Tuesday, June 7, 2011

Bahasa Madura


Seorang anak memang seharusnya berbahasa halus terhadap orangtuanya. Di Madura pun begitu. Yang saya tahu (ini sepengetahuan saya ya.. kalau salah, mohon kripik dan singkongnya..) Madura terkenal dengan dua bahasa yakni, bahasa halus (enggi bunten) dan bahasa kasar (bahasa nonformal). Sebenanya saya juga kurang mengerti sih tentang bahasa halus yang biasa disebut enggi bunten itu. Saya sendiri pakai bahasa kasar sama orangtua. Kasar disini diartikan bahasa yang tidak formal menyapa seseorang.


Bahasa halus/Enggi bunten biasanya digunakan untuk berbicara kepada orang yang lebih tua (ini untuk yang berada di Madura – terutama di tempat tinggalku – Sumenep). Namun tak jarang kebanyakan anak yang tidak peduli dengan bahasa halus (enggi bunten). Kebanyakan menggunakan bahasa kasar (non formal) asal ngomongnya dirasa sopan, tak masalah. Jarang banget deh saya temukan orang yang selalu menggunakan bahasa halus/enggi bunten kepada orangtuanya sendiri, termasuk pada orang yang lebih tua.

Tapiiiiiiiii, walhasil saya temukan juga tuh orang. Iya.. orang yang sering ngomong bahasa halus dalam kesehariannya. Dia tak lain adalah Opek. Opek siapa? Dia anaknya pak …?!?... pak saiapa ya? Saya aja nggak tahu.. ahahay. Dia anak pemilik toko majalah Jasa Rahman. Saya sering banget kesana (ketoko majalah – beli majalah – tapi kadang hanya liat-liat doang. Liat-liat aja nggak dosa toh? hehehe).

Kalau udah berada di toko majalah, diam-diam saya sering dengerin Opek berkomunikasi dengan orangtuanya. Diem-diem saya dengerin pembicaraan antara mereka. Hebat deh pokoknya bahasa enggi buntennya bisa selancar itu. Kadang aja saya sendiri nggak ngerti sama kata dan kalimat yang digunakan dalam bahasa enggi bunten. Sulit banget ngertiinnya. Beda banget sama bahasa kasar orang Madura (sekali lagi kasar disini bahasa yang tidak formal).

Sebenarnya udah dari dulu kenal sama Opek. Tapi baru kemaren (sekitar dua minggu yang lalu waktu ke tokonya) kalau dia pakai bahasa enggi bunten sama orangtuanya. Padahal usianya sebaya dengan saya. Waktu pas nunggu giliran dikasir, si Opek melayani para pembeli pakai bahasa halus. Nah waktu giliran saya, eh si Opek pake bahasa kasar (non formal) seperti layaknya temen.

Tapi saya salut sih sama Opek itu. jarang lho ada orang seperti dia yang mau memakai bahasa halus orang Madura. Saya aja kalah. Setiap kali tanya sesuatu sama orang yang lebih tua, tak jarang saya pakai bahasa Indonesia – bukan bahasa Madura. payah bener ya jadi orang Madura tapi kurang paham dengan bahasanya sendiri. Pake bahasa Indonesia lebih aman kayaknya.. soalnya nggak ngerti bahasa enggi bunten.

Dan sebenarnya lagi bahasa Madura banyak macamnya. Bukan hanya enggi bunten tapi ada bahasa Enje’ iye dan enggi Enten. Dan parahnya saya nggak tahu mengenai hal itu. payah bener. pukul saja aku -___- Lebih lengkapnya nih linknya : http://nurzay.wordpress.com/2011/04/30/antara-enja%E2%80%99-iye-enggi-enten-dan-enggi-bunten-dalam-kehidupan-orang-madura/ ---selamat belajar bahasa madura.

Contoh bahasa Indonesia dan madura kasar maupun enggi bunten :

Indonesia : kamu sudah makan belum?
Madura kasar : bekna mare ngakan, njek?
Enggi bunten : sampean lastare adhe’er?

Segitu dulu ya.. aduh repot juga nulis posting ini. bukan pakar bahasa Madura malah maksa nulis T_T

6 comments:

  1. Saya pengen tuch belajaran bahasa madura. dlu pernah punya temen kos, ech malah pindah.....

    ReplyDelete
  2. gimana menurutmu tentang bahasa madura? aneh kah? sulit kah? membingungkan tidak? *banyak nanya wehehe..

    ReplyDelete
  3. rasanya agak kurang familiar baca bahasa madura yg jenengan tulis,..:) beda banget ya dg bahasa jawab pd umumnya,..susah diraba..tap tetap semangat donk melestarikan bahasa daerah,..!jgn sampe negara tetangga yg pandai..hehehehe

    ReplyDelete
  4. Mantep deh,,, padahal sbenernya Maz Evan nggk mudeng sama skali ma bhsa madura... hehehehe

    ReplyDelete
  5. Kalau kita sesama anak muda pake bahasa yang lebih sopan misal di madura pake "nggi bunten" atau di Bojonegoro namanya "Nggeh mboten", pasti salah satu cowok tau ceweknya pasti kabur tau bilang "sungkan aku Mas ma Pean".he..he..

    ReplyDelete

Thank u for reading. Speak up your opinion. Hopefully don't be a silent reader, coz i love reading every comment that u write!
(komentar di Moderasi, tanpa Captcha)