Saturday, February 18, 2012

3M = Menulis Melalui Membaca


Membaca adalah aktivitas memahami suatu hasil karya yakni tulisan. Begitu pentingnya aktivitas membaca, sehingga ayat yang turun pertama kali kepada Nabi adalah ‘Iqra’ (bacalah). Tetapi tidak jarang kita jumpai orang yang tidak menyukai dengan kegiatan membaca. Saya hanya bisa berkata “Sangat disayangkan sekali!”

Membaca adalah ciri budaya masyarakat yang maju. Dengan membaca kita semakin tahu akan informasi, berwawasan luas dan tahu akan hal baru. Membaca bisa merangsang lahirnya imajinasi maupun merangsang tumbuh otak menjadi cerdas. Saya kurang tahu betul minat baca di Indonesia. Tapi semakin hari saya percaya semua orang punya ketertarikan untuk membaca. Untuk kalian yang berstatus pelajar, jangan ngaku berpendidikan jika kalian masih enggan membaca.


Membaca segala bacaan memiliki banyak manfaat. Entah membaca koran, buku pelajaran, artikel, karya ilmiah, bahkan bacaan hiburan seperti novel, cerpen dan komik. Karena sebuah bacaan bisa memberikan banyak pengetahuan, inspirasi dan pencerahan. Membaca membentuk karakter dan kepribadian. pepatah mengatakan ‘apa yang kita baca sekarang, seperti itulah kita 20 tahun yang akan datang.’

Bagiku buku adalah sebaik-baiknya teman dalam kesendirian. Teman yang membuatku senang, tak pernah bosan, mengasah otak, pemberi penjelasan yang baik, menjadi sumber makanan bagi ruh maupun pemberi segala informasi dan tidak pula menipu. Dunia begitu luas dan kita dapat menikmatinya melalui buku. Tak asing jika buku disebut jendela dunia. “Books are the carriers of civilization. Without books, history is silent, literature dumb, science crippled, thought and speculation at a standstill.” (Barbara Tuchman)

Kita pun dapat menulis melalui membaca. Menulis adalah sarana yang paling efektif untuk mengungkapkan perasaan. Dengan menulis kita dapat mengungkapkan ekspresi apapun, serta mengeluarkan ide maupun gagasan yang kita miliki dalam pikiran. Nilai plus dari membaca, bisa saja kita menjadi penulis. Misalnya saja penulis terkenal seperti Asma Nadia, Habiburrahman El Shirazy, Andrea Hirata dan penulis-penulis terkenal lainnya. Menulis pun sangat bermanfaat baik bagi dirinya dan orang lain.


Menulis tak hanya mengandalkan bakat saja. Dengan terus berlatih dan menjadikan ‘menulis’ suatu kebiasaan dalam hidup sudah cukup membuat kalian dapat menulis apapun. Walaupun sudah membiasakan dengan menulis, rasanya kita akan kesulitan jika jarang membaca. Sebab membaca maupun menulis adalah unsur yang saling berkaitan. Membaca layaknya sumber gizi bagi otak agar ilmu, pengetahuan, kreasi baru dan ide baru untuk memulai sebuah tulisan yang akan kalian tulis nantinya.

Menulis buku adalah dambaan seseorang yang menyukai dunia membaca meupun menulis. Seperti yang dikatakan penulis sastra Pramoedya Ananta Toer “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”. Maka orang-orang pun mulai berlomba-lomba menulis agar mencetak sebuah karya agar kelak dikenang melalui tulisannya.


Forum Lingkar Pena (FLP) adalah salah satu organisasi kepenulisan yang didirikan tahun 1997 oleh seorang sastrawan bernama Helvy Tiana Rosa. Karena desakan dan kebutuhan umat akan bacaan serta banya pula yang memiliki potensi dalam kepenulisan tanpa tersalurkan, makan didirikanlah forum menulis itu. Anggotanya pun tersebar dibelahan Indonesia maupun diluar negeri. Dari organisasi penulis inilah, beberapa anggota FLP menerbitkan ratusan buku.

Sebagaimana dikatakan FLP telah tersebar disegala penjuru. Kalian yang memiliki minat membaca maupun menulis tentu bisa bergabung menjadi anggota. Kegiatan yang dilakukan tak lepas dari membaca dan menulis bahkan sharing, saling mengkritik maupun diskusi bersama tentang tulisan yang kalian tulis, karena FLP membangun jaringan penulis berkualitas di Indonesia. Menulis melalui membaca. Dari menulis bisa menjadi Penulis? Tertarik? Biasakan 3M dalam diri anda :)

12 comments:

  1. Sip sip tips nya
    emang kalo mau nulis bagus musti rajin baca
    kalo mau nulis bagus harus berani dikritik

    ReplyDelete
  2. membaca memang aktivitas yang paling menyenangkan, bisa tahu banyak hal dari membaca, bisa belajar segala hal berkat baca :D
    salam kenal Chilvi :)

    ReplyDelete
  3. minat membaca sekarang mulai tergeser dengan bentuk audiovisual...

    ReplyDelete
  4. semua orang pasti berharap tulisannya akan di baca, makanya jangan segan-segan untuk mebaca :)

    ReplyDelete
  5. jadi intensitas membaca dan menulis berhubungan juga yaa.. hmm

    ReplyDelete
  6. Aku pengen bisa menulis Artikel yang berkualitas...

    ReplyDelete
  7. sambil baca post ini, jadi terpikir lagi 'kapan yah budaya bca bisa ada di negara ini?'.

    ReplyDelete
  8. sip sip sip... buku mana buku??? aku mau bacaaaaaa -______-

    ReplyDelete
  9. hallo chilvi,, keren nih tulisannya,, ditunggu di blog sayah ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo juga mbak Nunu. sip nanti visit balik :)

      Delete

Thank u for reading. Speak up your opinion. Hopefully don't be a silent reader, coz i love reading every comment that u write!
(komentar di Moderasi, tanpa Captcha)